Ulasan akademik pasca-penerbitan ini menilai artikel IIUM tentang Centella asiatica, menyoroti kekeliruan metodologi, dakwaan ketoksikan yang tidak disokong data, dan cadangan untuk memperbaiki proses penilaian penyelidikan dan geran.
Ulasan Kritis Terhadap Artikel / Critical Review of the Article
Oleh Lebah
“Health Benefits and Toxicities of the Consumption of Centella asiatica: A Scoping Review”
Diterbitkan dalam International Journal of Applied Health Science, Vol. 6 No. 3 (2022), Special Issue: IIUM Current Research in Nutrition & Dietetics (Artikel ini adalah akses terbuka / This article is open access)
Nota Awal / Preliminary Note (Disclaimer)
BM
Tulisan ini merupakan ulasan akademik pasca-penerbitan (post-publication scholarly commentary) berdasarkan pembacaan kritikal terhadap artikel yang telah diterbitkan. Ia bertujuan untuk perbincangan ilmiah dan peningkatan kualiti wacana sains herba dan bukan serangan peribadi terhadap penulis atau jurnal.
EN
This article constitutes a post-publication scholarly commentary, based on a critical reading of a published paper. Its purpose is to contribute to academic discussion and to improve the quality of discourse in herbal science, and it is not intended as a personal critique of the authors or the journal.
Mengapa Artikel Ini Perlu Dinilai Secara Kritis / Why This Article Warrants Critical Evaluation
BM
Centella asiatica (pegaga) digunakan secara meluas sebagai makanan, herba tradisional, dan suplemen. Oleh itu, artikel yang mendakwa menilai manfaat kesihatan dan ketoksikan herba ini membawa implikasi penting terhadap kesihatan awam dan amalan profesional. Analisis kritikal menunjukkan isu asas yang menjejaskan ketepatan klasifikasi metodologi dan kesimpulan yang dikemukakan.
EN
Centella asiatica is widely used as a food, traditional herb, and dietary supplement. Consequently, any article claiming to assess both its health benefits and toxicities carries significant implications for public health and professional practice. Critical analysis reveals foundational issues that undermine the accuracy of its methodological classification and conclusions.
Adakah Artikel Ini Benar-Benar Scoping Review? / Is This Truly a Scoping Review?
| Aspek / Aspect | Realiti Artikel / Article Reality | Kritikan / Critique |
|---|---|---|
| Tujuan Scoping Review / Purpose of Scoping Review | Memetakan bukti, mengenal pasti jurang literatur, tanpa membuat kesimpulan klinikal / Toxicology conclusions | Artikel ini cuba menilai tahap ketoksikan walaupun data dos-tindak balas tiada → konsep salah / conceptually flawed |
| Objektif / Objectives | “Evaluate toxicity” & “toxicity levels” | Tidak tercapai dengan metodologi scoping review → pedas: objektif tidak sesuai dengan pendekatan / spicy: objectives misaligned with approach |
| Kandungan / Content | Senarai manfaat herba | Lebih mirip broad narrative review, tapi label scoping review tetap digunakan → menyesatkan secara metodologi / methodologically misleading |
| Kesimpulan / Conclusion | Menyatakan keselamatan & ketoksikan | Tidak selaras dengan data → contradictory & unsupported |
BM: Kesimpulannya, artikel ini menyesatkan dari segi metodologi kerana label scoping review digunakan secara tidak tepat dan kesimpulan toksikologi tidak berasas data.
EN: In conclusion, this article is methodologically misleading, as the scoping review label is used inaccurately, and its toxicology conclusions are unsupported by data.
Isu Teras: Ketidakselarasan Objektif, Kaedah dan Hasil / Core Issue: Misalignment Between Objectives, Methods, and Outcomes
BM
Artikel ini menyatakan dua objektif utama:
- Menilai manfaat kesihatan C. asiatica
- Menilai ketoksikan dan tahap ketoksikannya
Objektif kedua tidak boleh dicapai melalui reka bentuk kajian yang digunakan dan literatur yang tersedia. Scoping review tidak dapat menentukan tahap ketoksikan tanpa data dos–tindak balas, ambang kesan buruk atau kajian keselamatan sistematik. Artikel tetap cuba membincangkan ketoksikan melalui kenyataan umum dan menyamakan interaksi herba–ubat (termasuk positif/sinergistik) sebagai petunjuk ketoksikan → salah konsep farmakologi & toksikologi.
EN
The article states two main objectives:
- To evaluate the health benefits of C. asiatica
- To assess its toxicity and toxicity levels
The second objective cannot be achieved using the chosen study design or available literature. A scoping review cannot determine toxicity levels without dose–response data, adverse-effect thresholds, or systematic safety studies. The article nonetheless attempts to discuss toxicity through general statements and conflates herb–drug interactions (including positive/synergistic ones) with toxicity evidence → conceptual misunderstanding in pharmacology & toxicology.
Percanggahan Dalaman Tentang Keselamatan / Internal Contradictions Regarding Safety
BM
Artikel ini serentak:
- menyatakan pengambilan C. asiatica pada dos disyorkan selamat
- mengakui data ketoksikan tidak mencukupi
Kedua-dua kenyataan tidak disepadukan secara kritikal. Keselamatan perlu dijelaskan atau dinyatakan secara berhati-hati.
EN
The article simultaneously:
- asserts that consumption of C. asiatica at recommended doses is safe
- acknowledges that toxicity data are insufficient
These positions are not reconciled. Safety should be clarified or expressed cautiously.
Kesimpulan Artikel dan Implikasi / Article Conclusion & Practical Implications
BM
Kesimpulan mengakui kajian tidak melaporkan dos/kesan toksik. Cadangan masa depan fokus pada keberkesanan, bukan keselamatan/toksikologi, walaupun jurang terbesar ialah kekurangan data keselamatan. Artikel lebih sebagai ringkasan manfaat, bukan pemetaan seimbang seperti tajuk janji.
EN
The conclusion acknowledges studies do not clearly report doses/toxic effects. Recommendations focus on efficacy, not safety/toxicology, despite the most prominent gap being the lack of safety data. The article functions mainly as a summary of benefits, not a balanced mapping as the title implies.
Penutup / Closing Remarks
BM
Data toksikologi C. asiatica masih terhad walaupun luas digunakan. Pemisahan jelas antara:
- apa diketahui
- apa belum diketahui
- apa tidak boleh disimpulkan
diperlukan untuk elak salah tafsir. Ketepatan metodologi dan kejujuran epistemologi adalah isu kesihatan awam.
EN
Toxicological data on C. asiatica remain limited despite widespread use. Clear distinction between:
- what is known
- what remains unknown
- what cannot be legitimately inferred
is essential to avoid misinterpretation. Methodological precision and epistemic honesty are matters of public health.
Ditulis sebagai ulasan akademik bebas untuk pendidikan & perbincangan ilmiah / Written as independent academic commentary for educational & scholarly discussion.
Cadangan Geran / Suggestions for Grant Review Improvements
| Aspek / Aspect | Cadangan / Recommendation |
|---|---|
| Keselarasan Objektif & Metodologi / Alignment of Objectives & Methodology | Checklist mandatori untuk penilai menilai kesesuaian soalan kajian dengan metodologi. |
| Penyeliaan & Mentorship / Supervision & Mentorship | PI wajib buat pelan penyeliaan + interim review untuk pastikan metodologi tepat. |
| Ketelitian Intelektual vs Kuantiti Output / Intellectual Rigor vs Quantity | Fokus pada sintesis kritikal & jurang pengetahuan, bukan hanya bilangan penerbitan. |
| Budaya Keilmuan Kritikal / Critical Scholarship Culture | Bengkel pra-permohonan geran + galakkan maklum balas akademik membina. |
BM & EN → Semua cadangan boleh terus diterapkan dalam proses geran agar kualiti penyelidikan lebih tinggi & amanah dana awam terjaga.
Copyright © 2026 www.gayahidupholistik.blogspot.com All Rights Reserved